Peptida neuroendokrin agonis KISS1R

Kisspeptin

KISS1R

Kisspeptin adalah sinyal neuroendokrin alami yang mengaktifkan neuron GnRH sehingga memengaruhi LH dan FSH. Studi manusia terutama berfokus pada fisiologi reproduksi dan pemicu pematangan oosit selama IVF.

1Ringkasan
1× / dayFrekuensi referensi
DataFisiologi manusia dan fase 2
Status riset

Investigasi; tidak disetujui secara umum

Velora Kisspeptin vial
KISSPEPTIN10 MG
01 · Ringkasan

Apa itu Kisspeptin?

Kisspeptin adalah sinyal neuroendokrin alami yang mengaktifkan neuron GnRH sehingga memengaruhi LH dan FSH. Studi manusia terutama berfokus pada fisiologi reproduksi dan pemicu pematangan oosit selama IVF.

Rute riset, formulasi, dan populasi menentukan makna sebenarnya dari sebuah hasil.

01

KISS1R

Mengaktifkan KISS1R pada neuron GnRH dan merangsang sumbu LH/FSH.

02 · Riset

Apa yang ditunjukkan studi?

Fisiologi manusia dan fase 2. Informasi edukatif. Bukan diagnosis, terapi, atau saran penggunaan.

03 · DATA

Spesifikasi peptida dan produk

Data identitas yang diperiksa untuk senyawa riset atau campuran ini.

KisspeptinSpesifikasi peptida dan produk
Rumus molekul
C₆₃H₈₃N₁₇O₁₄
Berat molekul
1302.45 g/mol
Nomor CAS
374675-21-5
Urutan asam amino / komponen
Tyr-Asn-Trp-Asn-Ser-Phe-Gly-Leu-Arg-Phe-NH₂
Jumlah asam amino
10
Kemurnian
Khusus batch — konfirmasikan identitas dan kemurnian melalui COA Velora
Bentuk referensi
Bubuk liofilisasi putih
Pelarut referensi
Khusus formulasi dan batch; tidak ada pelarut universal untuk semua senyawa riset
Penyimpanan bahan belum direkonstitusi
Ikuti COA, label produk, dan data stabilitas tervalidasi yang menyertai

Ini adalah referensi senyawa, bukan sertifikat batch. Kemurnian dan identitas batch Velora tertentu harus dikonfirmasi melalui COA dan laporan laboratorium yang menyertainya.

04 · Kalkulator

Rekonstitusi dan konversi U-100

Modul ini hanya mengonversi konsentrasi dan volume. Input bukan rekomendasi atau saran dosis individual.

Kalkulator

Sekali sehari dalam protokol edukatif

1
2
3
4
Tarik hingga
0 unit
0.00 mL
Kisspeptin vial
KISSPEPTIN
10 MG
Konsentrasi
Per unit
Jumlah lengkap
Durasi perhitungan
LAB · RECONSTITUTION

Cara merekonstitusi Kisspeptin untuk riset laboratorium

Alur visual untuk rekonstitusi laboratorium yang terkendali. Selalu ikuti label produk, COA, dan protokol yang tervalidasi.

Lima langkah visual rekonstitusi laboratorium: bersihkan, ukur pelarut, tambahkan perlahan, putar perlahan, lalu simpan sesuai protokol.
1

Bersihkan

Disinfeksi penutup karet kedua vial dan biarkan mengering.

2

Ukur pelarut

Tarik hanya pelarut yang tervalidasi untuk senyawa tersebut.

3

Tambahkan perlahan

Alirkan cairan perlahan pada dinding bagian dalam vial.

4

Putar perlahan

Jangan dikocok; putar perlahan sampai bahan larut.

5

Simpan sesuai protokol

Ikuti label produk, COA, dan data stabilitas yang tervalidasi.

Pemeriksaan penting sebelum dan setelah rekonstitusi

Periksa produknya

Pastikan terlebih dahulu bahwa produknya berupa vial terliofilisasi. Pena praisi dan larutan siap pakai tidak perlu direkonstitusi. Periksa label, COA, dan pelarut yang ditentukan.

Gunakan teknik bersih dan steril

Cuci tangan, bersihkan permukaan kerja, dan gunakan peralatan steril baru untuk setiap prosedur. Bersihkan kedua penutup karet dengan swab alkohol terpisah dan biarkan benar-benar kering.

Konsentrasi, bukan jumlah total

Volume cairan yang ditambahkan mengubah konsentrasi dalam mg per mL, tetapi tidak mengubah jumlah total senyawa riset di dalam vial. Gunakan kalkulator untuk memeriksanya terlebih dahulu.

Periksa dan beri label

Periksa adanya perubahan warna, kekeruhan, atau partikel terlihat yang tidak diharapkan. Catat senyawa, konsentrasi, dan tanggal rekonstitusi. Lama dan suhu penyimpanan bersifat spesifik produk; aturan tetap 28 hari tidak berlaku untuk semua senyawa.

Volume rekonstitusi umum yang dicantumkan sumber

Contoh umum, bukan protokol khusus produk. Volume yang dipilih menentukan konsentrasi; selalu periksa label, COA, dan kalkulator.

Kekuatan vialVolume umum yang dicantumkan
2 mg1–2 mL
5 mg2–3 mL
6 mg2–3 mL
10 mg2–4 mL
15 mg3–5 mL
20 mg4–8 mL

Sumber latar belakang praktis: Free Medical Journals — Complete Step-by-Step Guide to Peptide Reconstitution, diakses Juli 2026. Ini adalah sumber edukasi sekunder; label produk, COA, dan data stabilitas yang tervalidasi tetap menjadi acuan utama.

05 · Keamanan dan keterbatasan

Keamanan dan keterbatasan

Rute riset, formulasi, dan populasi menentukan makna sebenarnya dari sebuah hasil.

Yang diketahui

  • Klaim riset yang terlihat menggunakan sumber primer atau resmi.
  • Kalkulator bersifat aritmetika dan tidak mengubah jumlah studi menjadi saran medis.
  • Obat terdaftar dan vial riset tidak otomatis setara.

Yang masih belum pasti

  • Banyak produk belum memiliki data keamanan jangka panjang dan replikasi independen.
  • Temuan hewan dan sel tidak memprediksi dosis manusia yang aman.
  • Stabilitas bergantung pada formulasi, pH, sterilitas, cahaya, suhu, dan kemasan.
Status: Investigasi; tidak disetujui secara umum. Informasi edukatif. Bukan diagnosis, terapi, atau saran penggunaan.
06 · FAQ

Pertanyaan umum

Kisspeptin adalah sinyal neuroendokrin alami yang mengaktifkan neuron GnRH sehingga memengaruhi LH dan FSH. Studi manusia terutama berfokus pada fisiologi reproduksi dan pemicu pematangan oosit selama IVF.
Kisspeptin-54 memicu pematangan oosit dan kehamilan berhasil setelah IVF dalam studi proof-of-concept. Studi dosis fase 2 mengevaluasi pemicu kisspeptin pada perempuan berisiko tinggi sindrom hiperstimulasi ovarium.
Tidak. Kalkulator hanya melakukan konversi aritmetika. Keputusan medis harus dibahas dengan tenaga kesehatan berlisensi.
Kurva mengikuti model penyimpanan yang disepakati dan bukan hasil laboratorium.
2–8 °C. Lindungi dari cahaya dan siklus beku-cair berulang.
07 · Sumber

Sumber penelitian primer

Informasi edukatif. Bukan diagnosis, terapi, atau saran penggunaan.

Kisspeptin-54 triggers egg maturation in women undergoing IVF Journal of Clinical Investigation, 2014. Link
Kisspeptin-54 to trigger oocyte maturation in women at high risk of OHSS Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 2015. Link